I Luv Islam
05 November 2008
Suara-suara...
Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi. Yang kudengar hanyalah keriuhan suara yang susah untuk kudefinisikan. Terlalu banyak suara yang kudengar, membuatku semakin bingung. Aku menebak-nebak dalam hati. Mungkinkah ini suara mobil? Atau mungkinkah ini suara motor? Bukan... Kata hatiku yang lainnya. Ini suara mobil, suaranya sedikit terdengar lebih berat dari motor. Suara-suara itu bercampur menjadi satu dan sepertinya berlalu-lalang di hadapanku. Seringkali juga kudengar suara klakson yang bersahutan disertai makian kasar dari orang-orang disekitarku. Apa yang sedang terjadi??? Oh... Andai aku bisa melihat...
07 Oktober 2008
Menghafal vs Berfikir *Pemikiran seorang anak manusia yg sangat-sulit-sekali-menghapal.*
Kenapa yah, sistem pendidikan selalu mementikan pengetahuan yg hanya bersifat 'Hafalan'? Jarang sekali ada yang menerapkan sistem pendidikan yang bersifat 'Berfikir'.
Kita lihat saja, pelajaran kita disekolah. Seperti Geografi, Ekonomi, Sejarah, Biologi, dll. Semuanya, bersifat 'Hafalan'. Hanya beberapa yang bersifat 'Berfikir'. seperti Matematika dan Fisika. Itupun, tetap ada unsur hafalannya *rumus* walupun tidak banyak.
Bagaimana bangsa kita mau berkembang kalau selalu memprioritaskan kemampuan seseorang dalam menghafal?
Proses pendidikan seharusnya ditujukan untuk merangsang seseorang tumbuh menjadi pemikir yang andal, bukan sekedar penghafal fakta.
Pendidikan di sekolah itu kan, bertujuan untuk membekali ilmu untuk kehidupan kelak. Memangnya, jika kita mengalami problem dalam kehidupan apakah jawabannya itu sudah tertera dalam buku? Sehingga kita musti menghafal isi buku tersebut, jika ingin semua problem dalam hidup kita teratasi.
Tidak begitu bukan???
Kita harus menyelesaikan problem kehidupan kita dengan 'Berfikir'. Allah telah memberikan manusia otak yg luar biasa canggih. Otak yg seharusnya digunakan sebagai alat berfikir ternyata hanya digunakan sebagai mesin fotokopi.
"Saya lebih baik menggunakan otak saya untuk berfikir. Saya tidak pernah menggunakan otak saya untuk mengingat hal yg dapat saya temukan jawabannya di buku atau di ensiklopedia."
Albert Einstein
Bahkan, Albert Einstein saja setuju dengan itu.
Apalagi, manusia ituh khan masing-masing diberikan kelebihan dan kekurangan. Ada yg bisa menghafal dengan mudah, ada yg tidak. Nah, kalo' yg mudah menghapal sc gak da masalah dengan sistem seperti ini. Lalu, bagaimana dengan yang sulit menghapal?
Saya ini termasuk dalam tipe yang sulit menghafal. Suatu ketika, saya pernah terheran-heran ketika melihat teman saya menghafal. Saya, jungkir-balik *sok hiperbola* menghafal satu paragraf yang lumayan panjang. Temen saya, dalam hitungan menit sudah menghafal paragraf itu dengan mudah.
Makanya, saya sangat suka dgn pelajaran Matematika dan Fisika. Walaupun menggunakan rumus yang juga perlu dihafal. Tp, tidak begitu banyak. 2 pelajran ini juga membutuhkan pemahaman dan pemikiran. Dalam mencari jawaban juga tidak musti sama dengan cara yg di buku. Banyak cara bisa kita gunakan. Saya terkadang malah membuat rumus sendiri atau berfikir hanya dengan logika jika saya lupa rumusnya. Yang penting, jawabannya khan benar.
Tapi, walaupun lumayan menguasai 2 pelajaran itu. Belum tentu membuat semua nilai di rapor saya baek. Jadi, mau tidak mau saya selalu berusaha menghafal untuk mendapatkan nilai di pelajaran lainnya. Dan hasilnya, Alhamdulillah standard dalam artian 'Cukup'. Dan saya sudah cukup puas dengan nilai itu, karena, memang segitulah kemampuan saya.
Saya pernah diajari oleh guru yang sangat menjunjung tinggi sistem pendidikan yg bersifat hafalan. Sehingga, jika pada saat diberikan tugas/ulangan ada kata" yg tidak sama persis di buku akan disalahkan. Saat ulangan di pelajarannya, saya hanya mengingat garis besar jawabannya. Jadi, saya mengarang jawabannya. Tp, intinya ituh tetep sama. Hasilnya, jawaban saya dicoret dengan silang besar berwarna merah. Kesal sih... Tapi, mau diapakan lagi? Sistem itu sudah sangat membudidaya.
Saya, mewakili orang" yang merasa-sulit-sekali-menghapal merasa tidak adil dengan sistem seperti ini. Kami, tidak menuntut untuk mengganti sistem menghapal menjadi sistem berfikir. Karena, jika begitu, orang" yang mudah menghapal akan merasa tidak adil. Jadi, ambil jalan tengahnya aja 50:50. Karena, sistem menghapal juga dibutuhkan. Alangkah baeknya jika imbang bukan??
Semoga, orang" yang berwenang dalam mengatur sistem pendidikan ditakdirkan untuk membaca blog ini. Dan akan mempertimbangkan pemikiran saya-sebagai-orang-yang-sulit-menghapal.
Amiiin!
Ps: kasih koment yah, cp tau ada yg senasib ma aq..
Kita lihat saja, pelajaran kita disekolah. Seperti Geografi, Ekonomi, Sejarah, Biologi, dll. Semuanya, bersifat 'Hafalan'. Hanya beberapa yang bersifat 'Berfikir'. seperti Matematika dan Fisika. Itupun, tetap ada unsur hafalannya *rumus* walupun tidak banyak.
Bagaimana bangsa kita mau berkembang kalau selalu memprioritaskan kemampuan seseorang dalam menghafal?
Proses pendidikan seharusnya ditujukan untuk merangsang seseorang tumbuh menjadi pemikir yang andal, bukan sekedar penghafal fakta.
Pendidikan di sekolah itu kan, bertujuan untuk membekali ilmu untuk kehidupan kelak. Memangnya, jika kita mengalami problem dalam kehidupan apakah jawabannya itu sudah tertera dalam buku? Sehingga kita musti menghafal isi buku tersebut, jika ingin semua problem dalam hidup kita teratasi.
Tidak begitu bukan???
Kita harus menyelesaikan problem kehidupan kita dengan 'Berfikir'. Allah telah memberikan manusia otak yg luar biasa canggih. Otak yg seharusnya digunakan sebagai alat berfikir ternyata hanya digunakan sebagai mesin fotokopi.
"Saya lebih baik menggunakan otak saya untuk berfikir. Saya tidak pernah menggunakan otak saya untuk mengingat hal yg dapat saya temukan jawabannya di buku atau di ensiklopedia."
Albert Einstein
Bahkan, Albert Einstein saja setuju dengan itu.
Apalagi, manusia ituh khan masing-masing diberikan kelebihan dan kekurangan. Ada yg bisa menghafal dengan mudah, ada yg tidak. Nah, kalo' yg mudah menghapal sc gak da masalah dengan sistem seperti ini. Lalu, bagaimana dengan yang sulit menghapal?
Saya ini termasuk dalam tipe yang sulit menghafal. Suatu ketika, saya pernah terheran-heran ketika melihat teman saya menghafal. Saya, jungkir-balik *sok hiperbola* menghafal satu paragraf yang lumayan panjang. Temen saya, dalam hitungan menit sudah menghafal paragraf itu dengan mudah.
Makanya, saya sangat suka dgn pelajaran Matematika dan Fisika. Walaupun menggunakan rumus yang juga perlu dihafal. Tp, tidak begitu banyak. 2 pelajran ini juga membutuhkan pemahaman dan pemikiran. Dalam mencari jawaban juga tidak musti sama dengan cara yg di buku. Banyak cara bisa kita gunakan. Saya terkadang malah membuat rumus sendiri atau berfikir hanya dengan logika jika saya lupa rumusnya. Yang penting, jawabannya khan benar.
Tapi, walaupun lumayan menguasai 2 pelajaran itu. Belum tentu membuat semua nilai di rapor saya baek. Jadi, mau tidak mau saya selalu berusaha menghafal untuk mendapatkan nilai di pelajaran lainnya. Dan hasilnya, Alhamdulillah standard dalam artian 'Cukup'. Dan saya sudah cukup puas dengan nilai itu, karena, memang segitulah kemampuan saya.
Saya pernah diajari oleh guru yang sangat menjunjung tinggi sistem pendidikan yg bersifat hafalan. Sehingga, jika pada saat diberikan tugas/ulangan ada kata" yg tidak sama persis di buku akan disalahkan. Saat ulangan di pelajarannya, saya hanya mengingat garis besar jawabannya. Jadi, saya mengarang jawabannya. Tp, intinya ituh tetep sama. Hasilnya, jawaban saya dicoret dengan silang besar berwarna merah. Kesal sih... Tapi, mau diapakan lagi? Sistem itu sudah sangat membudidaya.
Saya, mewakili orang" yang merasa-sulit-sekali-menghapal merasa tidak adil dengan sistem seperti ini. Kami, tidak menuntut untuk mengganti sistem menghapal menjadi sistem berfikir. Karena, jika begitu, orang" yang mudah menghapal akan merasa tidak adil. Jadi, ambil jalan tengahnya aja 50:50. Karena, sistem menghapal juga dibutuhkan. Alangkah baeknya jika imbang bukan??
Semoga, orang" yang berwenang dalam mengatur sistem pendidikan ditakdirkan untuk membaca blog ini. Dan akan mempertimbangkan pemikiran saya-sebagai-orang-yang-sulit-menghapal.
Amiiin!
Ps: kasih koment yah, cp tau ada yg senasib ma aq..
20 September 2008
Kegiatan"Q..
Humph..
Lwt udah masa bersantai. Tibalah waktu bersebok-sebok ria.
Capeeek!
Kegiatan"Q akhir2 nc:
Sabtu-minggu kemaren *13-14 sept 2008* aq ikt ESQ. Aq kangen ma suasana 'mati lampunya'. Walopun udah alumni, tetep aja mewek. Pokoknya, sensasinya tetep terasa lah. Capek banget sih.. Bayangin aja, kegiatannya dari jam 7 pagi sampe buka bersama. Truz bis tuh, q gk langsung pulang ge.. Q solat teraweh di mesjid deket rumah temenQ, sekalian nunggu jemputan gitu. Lagian, sekalian ganti suasana. Bosen lah, kalo' solatnya di mesjid itu2 aja. Jadi, pulang kerumah tuh udah jam 9 lewat. Wuih.. Begitu nyampe dirumah Q langsung tiduuur!
BAYANGIN ITU!! *sok mendramatisir*.
Tapi, ESQ tuh seru abis. Jadinya, waktu gak kerasa banget. Makanya, q jadi ketagihan buat ikut lagi n lagi. He..
Senin-rabu *15-17 sept 2008*
Ma2Q Dah skedulin 3 hari tuh hari buat kue. Duh, tambah laper aq jadinya.. Hasilnya dah Q icip2 loh.. Maknyos!
Kamis *18 sept 2008*
Nemenin ma2 belanja.. Sampe' pegel kakiQ. Ibu2 tc kalo' dah yg namanya belanja-belinji, betah betul.. Tp, gak pa2lah. Aq Dibeliin baju juga. Ho..
Hari2 selanjutnya, seperti biasa.. Males2an. Hehehe..
Ntar deket2 lebaran sebok ge..
Lwt udah masa bersantai. Tibalah waktu bersebok-sebok ria.
Capeeek!
Kegiatan"Q akhir2 nc:
Sabtu-minggu kemaren *13-14 sept 2008* aq ikt ESQ. Aq kangen ma suasana 'mati lampunya'. Walopun udah alumni, tetep aja mewek. Pokoknya, sensasinya tetep terasa lah. Capek banget sih.. Bayangin aja, kegiatannya dari jam 7 pagi sampe buka bersama. Truz bis tuh, q gk langsung pulang ge.. Q solat teraweh di mesjid deket rumah temenQ, sekalian nunggu jemputan gitu. Lagian, sekalian ganti suasana. Bosen lah, kalo' solatnya di mesjid itu2 aja. Jadi, pulang kerumah tuh udah jam 9 lewat. Wuih.. Begitu nyampe dirumah Q langsung tiduuur!
BAYANGIN ITU!! *sok mendramatisir*.
Tapi, ESQ tuh seru abis. Jadinya, waktu gak kerasa banget. Makanya, q jadi ketagihan buat ikut lagi n lagi. He..
Senin-rabu *15-17 sept 2008*
Ma2Q Dah skedulin 3 hari tuh hari buat kue. Duh, tambah laper aq jadinya.. Hasilnya dah Q icip2 loh.. Maknyos!
Kamis *18 sept 2008*
Nemenin ma2 belanja.. Sampe' pegel kakiQ. Ibu2 tc kalo' dah yg namanya belanja-belinji, betah betul.. Tp, gak pa2lah. Aq Dibeliin baju juga. Ho..
Hari2 selanjutnya, seperti biasa.. Males2an. Hehehe..
Ntar deket2 lebaran sebok ge..
Langganan:
Postingan (Atom)
